Memilih Obat Yang Aman Untuk Balita dan Anak

Sebagai orang tua pasti tidak ingin apabila sang buah hati sakit. Biasanya orang tua akan siap sedia berbagai obat anak jikalau sang buah hati tiba-tiba sakit atau cidera. Ada banyak sekali obat untuk anak yang beredar dipasaran. Yang dapat dengan mudah dibeli di apotek. Obat-obatan tersebut tentunya memiliki khasiat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua harus teliti memilih obat sang buah hati

Berikut adalah tips untuk orang tua dalam memilih obat untuk sang buah hati

  1. Pelajari merek dan pabrikan obat

Tiap merek obat memiliki khasiat dan efek samping yang berbeda. Ya, setiap obat pasti memiliki efek samping. Karena obat tersebut sejatinya adalah bahan kimia pabrikan. Tetapi pasti sudah sesuai dengan aturan kementrian kesehatan. Lalu perhatikan izin edar pada kemasan obat. Karena banyak juga obat yang ilegal.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan anak

Pilih obat yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan anak. Misalkan untuk mengatasi mual dan muntah anak. Cari obat khusus mual dan muntah anak, jangan sampai salah beli obat seperti obat mual dan muntah setelah operasi. perhatikan baik-baik kemasan produk obat tersebut.

Jangan juga membeli obat yang bukan diperutukan untuk usia anak-anak dan balita.

  1. Pilih obat yang sesuai dengan usia anak

Dosis obat harus disesuaikan dengan umur anak. misalkan obat demam untuk balita, berbeda dengan obat demam untuk anak umur lebih dari lima tahun. Cermati pada kemasan obat, apakah dosis yang ada pada obat sesuai dengan kondisi anak anda. Contohnya rhinos obat pilek bayi, pasti memang ditujukan untuk umur bayi atau balita.

  1. Perhatikan dosis obat

Kesalahan dosis bisa berakibat fatal. Terlebih jika terjadi pada anak. bahkan bisa menyebabkan keracunan. Bukannya kesehatan yang diperoleh malah menyebabkan celaka pada anak. keracunan obat masih sering sekali terjadi. banyak sekali orang tua yang memilih obat tanpa konsultasi dengan dokter.

  1. Konsultasi dengan dokter

Yang paling penting orang tua harus tetap dalam anjuran dokter. Untuk meminimalisir kesalahan dalam memilih obat. Saran yang diberikan dokter biasanya sangat spesifik. Jadi sudah pasti obat yang dipilih aman.