Ini Dia 5 Hal Penyebab Keputihan yang Harus Kita Waspadai, Perempuan Wajib Baca!

Sumber Gambar: Pixabay.com

Bukan hanya terjadi karena proses alami tubuh untuk menjaga kelembapan organ kewanitaan, ternyata keputihan juga dapat disebabkan oleh kelainan.

Keputihan tentu bukan lagi menjadi hal asing bagi semua orang, terutama untuk para perempuan. Pasalnya, cairan yang keluar dari vagina tersebut memang merupakan cara tubuh untuk tetap menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.

Bukan hanya itu saja, keputihan juga bisa terjadi karena adanya rangsangan seksual atau justru ada kelainan yang dimiliki. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui berbagai penyebabnya.

Lalu sebenarnya apa saja sih, penyebab terjadinya keputihan yang selama ini sering dialami oleh para perempuan? Yuk, simak ulasan di bawah ini secara saksama agar kita bisa lebih waspada!

5 Hal Penyebab Keputihan yang Harus Kita Waspadai

  1. Perubahan Hormon

Adanya perubahan hormon dalam tubuh yang sering dialami perempuan dapat membuat jamur akan lebih mudah berkembang biak dan menyebar di bagian organ kewanitaan.

Hal ini kerap terjadi pada perempuan yang masih menstruasi, para ibu hamil, mereka yang tengah dilanda stres, serta para ibu menyusui. Keluarnya cairan dari vagina ini merupakan reaksi alami tubuh sehingga kita tidak perlu khawatir jika jumlah cairan yang dikeluarkan masih terbilang normal dan tidak mengganggu aktivitas kita.

  1. Menerima Rangsangan Seksual

Ketika menerima rangsangan seksual, tidak jarang kita akan merasakan sedikit basah di bagian organ kewanitaan. Tidak perlu panik, karena hal itu merupakan sesuatu yang wajar terjadi.

  1. Kurangnya Menjaga Kebersihan Organ Kewanitaan

Tidak bisa dimungkiri, keluarnya cairan bukan darah dari vagina juga dapat disebabkan karena kurangnya kita memperhatikan kebersihan prgan kewanitaan.

Ada baiknya, saat membersihkan vagina kita menggunakan sabun tanpa pewangi dan baham kimia agar ph daerah kewanitaan kita tetap seimbang. Selain itu, membersihkannya juga dari arah depan ke belakang untuk menghindari masuknya kuman yang ada di area dubur.

Memakai handuk bersih atau tisu untuk mengeringkan vagina setelah buang air juga perlu dilakukan supaya celana dalam tidak terlalu lembap hingga mengakibatkan jamur dan bakteri mudah berkembang biak. Memilih celana dalam berbahan katun pun dapat kita coba agar keringat di sekitar vagina lebih mudah terserap.

  1. Mengalami Infeksi Vagina

Jika perempuan mengalami infeksi vagina, keluarnya cairan ini biasanya lebih banyak, berbau, dan berwarna lebih pekat. Hal ini seringkali disebabkan oleh jamur, bakteri, dan protozoa.

Faktor-faktor yang dapat membuat perempuan rentan mengalami infeksi vagina di antaranya adalah melakukan seks bebas tanpa menggunakan pengaman, adanya iritasi di bagian kewanitaan, mengidap penyakit diabetes, tengah mengkonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.

  1. Adanya Kanker pada Saluran Organ Reproduksi

Selain karena empat hal yang telah dipaparkan di atas, keputihan juga bisa menjadi tanda bahwa seorang perempuan mengalami kanker rahim atau kanker leher rahim.

Untuk memastikannya, kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, jika merasa cairan yang keluar dari vagina mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau jangan menunda untuk segera beekonsultasi pada dokter.

Dianjurkan pula bagi para perempuan yang masih subur dan sudah menikah agar rutin melakukan pap smear secara berkala. Tujuannya agar kita dapat mendekteksi lebih dini jika ada kanker serviks, sehingga penanganannya pun bisa lebih cepat.

Nah, di atas adalah berbagai penyebab terjadinya keputihan yang perlu kita waspadai. Ingat selalu untuk tidak ragu memeriksakan diri jika cairan yang keluar dari vagina mulai terasa tidak normal, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *