Mengapa Tidak Ada Survei pada Pinjaman Online Tunaiku?

7 Pilihan Sekolah Anak di Jakarta Plus Rincian Biayanya, Dapatkan Tambahan Lewat Pinjaman dari Tunaiku

Bisa dikatakan, bahwa survei merupakan jalan masuknya seorang nasabah untuk mendapat persetujuan kredit atau pinjaman. Untungnya sebagai fasilitator pinjaman tanpa agunan, Tunaiku Amar Bank tidak memberlakukan survei dalam prosesnya. Mungkin sebagian besar dari Anda bertanya-tanya alasannya. Silakan simak kelebihan pinjaman non-survei ini.

Tunaiku Ingin Fokus pada Pelayanan Online

Istilah pinjaman online sudah menjadi trademark dari Tunaiku. Jadi, mana mungkin ketika sudah berstatus sebagai fasilitator via daring, justru mendatangi calon nasabah untuk survei lokasi? Alih-alih survei, justru Tunaiku yang dinaungi oleh Amar Bank ini lebih fokus pada proses mengoptimalkan layanan online.

Jejaknya tersebut terekam dalam berbagai upaya pembaruan aplikasi mobile di Google Play Store. Rupanya strategi ini berbuah manis. Sampai sekarang, total nasabah di Tunaiku menyentuh angka lebih dari 100 ribu. Padahal baru diluncurkan di tahun 2014 lalu. Dengan itu, Tunaiku pun dianggap sebagian besar sebagai pionir di ranah pinjaman online.

Tunaiku Menjaga Kenyamanan Nasabah

Kadang ada orang yang pikirannya macam-macam saat didatangi oleh pemberi pinjaman. Kerapkali saat bertatap muka, ada perasaan semacam canggung, enggan, dan cenderung tidak mau diajak komunikasi. Ada juga sih yang suka diajak mengobrol, tapi jarang. Tanpa adanya survei di Tunaiku memberi sinyal positif terhadap kenyamanan para nasabahnya.

Bukankah lebih ringkas jika komunikasi hanya lewat telepon atau SMS saja? Hal itu pun sudah membuktikan, bahwa hanya dengan telepon saja pihak Tunaiku percaya. Begitu yang ada di pikiran para nasabah mayoritas. Dengan senang hati, para nasabah akan meminjam lagi dan lagi karena merasa dipercaya oleh Tunaiku.

Demi Profesionalitas

Ketika Tunaiku diluncurkan sebagai produk layanan pinjaman tanpa agunan, profesionalitasnya telah diuji saat itu juga. Bagaimana tidak? Pasalnya, jauh sebelum itu, kebanyakan pinjaman selalu disertai dengan agunan yang cenderung memberatkan. Soalnya harga jaminan jadi lebih rendah nilainya dibanding uang pinjaman itu sendiri.

Ketahanan profesionalitas Tunaiku pun menapaki jejak baru dengan tidak menyertakan survei pada proses pengajuan. Bagi mereka, data identitas diri yang dilampirkan secara jujur merupakan kredit kepercayaan tersendiri yang diberikan oleh para nasabahnya. Hal ini menjadi bukti, bahwa Tunaiku memang telah matang dan profesional.

Agar Tidak Mengganggu Rutinitas Sehari-hari Nasabah

Setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Belakangan ini, waktu sedetik saja sangat berharga. Dengan tanpa adanya survei, Tunaiku bermaksud untuk mempertahankan mobilitas kerja para nasabahnya. Soalnya seringkali waktu yang digunakan untuk survei bisa berlangsung selama berjam-jam.

Padahal jika digunakan untuk kerja, bisa menghasilkan cukup banyak pundi-pundi uang. Kalau toh bukan untuk kerja, waktu tersebut bisa digunakan untuk relaksasi dari pekerjaan yang kerap bikin penat. Cukup dengan tanda tangan kontrak secara online di Tunaiku, dana pun cair kurang dari 3 hari.

Salah Satu Strategi Promosi yang Jitu

Jika kebanyakan pinjaman tanpa agunan itu pakai survei, maka Tunaiku menjadi pembeda. Sisi unik ini yang mampu menyita perhatian para calon nasabahnya. Bukan tidak mungkin jika ditiadakannya syarat survei termasuk dalam agenda promosi Tunaiku. Mengapa strategi ini bisa dibilang jitu?

Para calon nasabah selalu mempertimbangkan soal keamanan, kenyamanan, dan sisi praktis dari setiap layanan pinjaman online. Setelah kebutuhan itu terpenuhi, mereka akan promosi dari mulut ke mulut. Terlebih lagi di Tunaiku terdapat program referral. Kemungkinan besar efek dari promosi ini disebutkan dan berkembang luas ke depannya kelak.

Hanya sedikit sekali fasilitator pinjaman tanpa agunan yang meniadakan syarat survei dalam proses pencairan dana online. Salah satunya adalah Tunaiku yang selama ini dinaungi oleh Amar Bank. Pusat layanannya ada di Surabaya dan Jakarta. Untungnya, sekarang sudah meluas hingga ke belasan wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *